Minggu, 31 Juli 2011

first time meet her

hah..
namaku Rey..
tidak terasa hari ini adalah hari pertama aku masuk sma Leys..

pasti menyebalkan,,begitu pikirku dalam hati..
karena hanya aku saja yang masuk ke sma Leys -yang notabene sma yang tidak punya nama- dari smp lama ku, smp Medrit-salah satu smp unggulan terbaik di kotaku..
sejujurnya aku hendak meneruskan ke sma Medrit, bersama teman-teman ku..
tapi apa daya..
ayah ku sudah bukan bekerja sebagai seorang manajer lagi..
sekarang beliau bekerja sebagai seorang karyawan biasa di sebuah perusahaan yang baru pula..

sesaat langkahku yang gontai ini, terpaku di depan gerbang sekolah..
pandanganku kosong..
menatap sekolahku yang baru ini..
terlihat jelas perbedaan-perbedaan antara smp lamaku dengan sma ku ini..
bangunannya yang usang..
berbeda dengan smp-sma Medrit yang baru selesai direnovasi tahun ini..

lapangannya memang luas dan terawat..
hampir sama dengan smp ku dulu..
tapi tidak ada lapangan sepakbola, seperti smp ku dulu..
yang ada hanya lapangan rumput saja..

terlihat juga banyak juga siswa-siswi yang sedang bersiap-siap untuk masuk..
tapi tak satupun yang kukenal..

argh,,
untuk sejenak aku merasa sendirian..
masi teringat dengan jelas..
bagaimana aku dan teman-temanku sering menghabiskan waktu bersama, berangkat dan pulang bersama..

ingin aku menjerit sekeras-kerasnya..
tapi tak bisa..
huft..
tapi sudahlah,,kita liat saja nanti..aku mulai mencoba berpikir positif untuk menenangkan diriku..

bel sekolah pun berbunyi..
dan seorang satpam sekolah, kira-kira setengah baya dengan kumis tebalnya, berteriak dengan lantang..
"cepat masuk!! mau terlambat kamu??"

teriakan itu membangunkan aku dari lamunanku..
"oh.." timpalku..
kulihat jam ku..
aku pun berlari masuk ke dalam sekolahku itu..

dengan nafas tersendat-sendat aku mulai melewati lapangan, masuk ke dalam gedung dan naik ke aula yang berada di lantai tiga..

hah hah hah..
nafasku tersenggal-senggal..
akhirnya sampai juga,,batinku..
kuhentikan langkahku di koridor yang panjang itu..

sejenak aku mengambil nafas..
tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku..
"hey, kamu anak baru.."
teriak salah seorang pembina..
matanya menatap tajam ke arahku..
aku hanya bisa menelan ludah..
sembari berkata..
"iya,, knapa kak.."

"kamu sadar tidak?? jam berapa ini??" bentaknya..

"i,,iya..tau..maaf.."
kataku gugup sambil menahan emosi..

"ayo ikut aku.."bentaknya.. sembari memasuki aula..

lalu,, aku mulai beranjak dari tempatku berdiri..
mengikuti langkahnya yang cepat..

begitu memasuki aula yang ramai itu,,perasaanku semakin kacau..
terlihat ada beberapa siswa-siswi baru yang ada di atas panggung..

hah..
mati aku,, batinku..
aku mulai melambatkan langkah kakiku dan melangkah dengan pasrah..

"ayo naik.."katanya sambil menunjuk ke atas panggung,, sesaat setelah sampai di depan anak tangga itu..

aku mulai menaiki satu persatu anak tangga itu..
terdengat suara berdecit kala kakiku mulai menapaki satu demi satu anak tangga itu hingga anak tangga yang terakhir..

aku mulai melangkahkan kakiku dan menempatkan diriku di sebelah cewe yang ada di sebelah kiri panggung..

kelihatannya dia sangat gugup berdiri di atas panggung..
tampak tangannya yang ada di samping tubuhnya itu gemetaran..
mukanya hanya tertunduk..
sambil sesekali mulutnya bergumam pelan..
aku tidak mendengar dengan jelas,, karena begitu pelannya..
mungkin dia mungkin gugup di atas panggung ini,, batinku..

yah memang sih..
belum apa-apa aja,, uda disuru naik ke atas panggung tanpa diberi penjelasan..
siapa coba yang nda gugup..

akhirnya kuberanikan diri untuk mengucapkan beberapa patah kata,, meski aku sendiri pun sudah ketakutan..
"jangan gugup,, tenang aja,, kita ga bakal diapa-apain kog"..

tiba-tiba dia menoleh,, dengan ekspresi mukanya keheranan dan penuh dengan pertanyaan serta rasa gugup yang amat sangat,, matanya menatap sayu ke arahku..
"me,, memangnya kamu yakin kita ga bakal diapa-apain??",, balasnya dengan suara lirih..

aku hanya menoleh dan mengangguk pelan tapi pasti..
setelah pandangan mataku tertuju ke depan,, aku mulai meyakinkan dia..
"gapapa lagi.. ada aku kog..",, kataku sembari bercanda tetapi dengan nada yang meyakinkan..

"bener??" sahutnya..
"iya.." timpalku,, meski sebenarnya aku nda tau harus ngapain karena aku juga sebenarnya takut..
tapi aku kasian aja sama dia..
ya udah lah,, pikirku..